SUARA JABAR SATU.COM | — Satu minggu pasca gempa Sulawesi Tengah, BTS yang aktif sudah mencapai 60 persen. Total BTS yang ada di seluruh provinsi sekitar 3.500.
“Palu 30 persen hari ini. Sigi baru aktif 24 persen dari sekitar 9 persen waktu kejadian gempa. Donggala kejadian 20 persen, 37 persen,” kata Menteri Kominfo Rudiantara, di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat, 5 Oktober 2018.
Rudiantara menyatakan bahwa saat kejadian, BTS yang aktif hanya sekitar 12 persen saja. Salah satu penyebabnya adalah karena hilangnya pasokan listrik dan mengalami kerusakan fisik.
Rudiantara mengatakan, rencana PLN yang akan mengaliri listrik lebih masif lagi bisa mengaktifkan lebih banyak BTS lagi.
“Mudah-mudahan dengan PLN yang akan masuk kota Palu hari ini lebih masif lagi, kita harapkan BTS yang aktif akan lebih banyak lagi,” ujarnya.
Selain itu Telkom, Telkomsel, XL, dan Indosat sudah berhasil menormalkan jaringan backbone mereka.
Saat ini untuk menggantikan aliran listrik ke BTS yang mati menggunakan genset. Namun ini juga terkendala pasokan BBM untuk mengisi dayanya.
Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo, Ismail, menyatakan bahwa Pertamina akan menyediakan pasokan BBM khusus untuk telekomunikasi.
“Bersedia memberikan pasokan khusus prioritas BBM kepada sektor telekomunikasi. Kurang lebih 5.000 liter sehari,” kata Ismail.
Rudiantara sendiri tidak bisa menjanjikan kapan jaringan telekomunikasi itu bisa pulih seutuhnya. Semuanya kembali lagi pada adanya pasokan listrik untuk mengaliri BTS yang ada.
“Ini susah, saya enggak bisa menetapkan berapa hari. Secepatnya, tergantung pada listrik. Kalau listriknya mengalir dari PLN dan kondisi BTS-nya tidak memerlukan perbaikan infrastruktur biasanya dua sampai 4 jam bisa direaktivasi,” ujar Rudiantara.//viva/sjs,ratu








