PR Terberat Adalah Membangun Akhlak Dan Membentuk Karakter

SUARA JABAR SATU.COM | BOGOR — Di hadapan para guru ngaji se-Kecamatan Bogor Timur, Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan bahwa Pekerjaan Rumah (PR) yang dihadapi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak hanya menyelesaikan persoalan macet, sampah dan yang lainnya. Namun yang paling berat adalah membangun akhlak dan membentuk karakter anak-anak.

Hal ini dikatakannya saat memberikan insentif kepada guru ngaji di Aula Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Kamis (27/09/2018).
Kegundahan diungkapkan Bima Arya mengenai peristiwa yang belum lama ini terjadi menimpa salah seorang pendukung salah satu tim sepakbola dalam negeri hingga mengakibatkan korban jiwa.

Bima Arya mengaku saat menyaksikan video kejadian tersebut, rasanya campur aduk, merinding, marah, takut dan lain-lain. Menurutnya itu bukan sepak bola lagi.

Lebih jauh Bima Arya menceritakan pengalamannya 2 tahun lalu bersama Muspida Kota Bogor melaksanakan razia dan menangkap lebih dari 200 pelajar yang terlibat tawuran, ditahan dan berharap orang tuanya menjemput anaknya agar bisa diajak berkomunikasi.
Namun yang terjadi, banyak dari mereka yang tidak dijemput. Pertanyaannya, kenapa bisa seperti ini, siapa orang tuanya, siapa gurunya, siapa wali muridnya ? ungkap Bima dengan nada prihatin.

“ Cita-cita semua warga Kota Bogor adalah menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang memberikan maslahat bagi semua, negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Dengan dukungan semua dan doa bapak ibu guru ngaji, Pemkot Bogor senantiasa berikhtiar memastikan hal tersebut,” tutur Bima yang didampingi Plt. Asisten Ekbangkesra Setda Kota Bogor Iman, Camat Bogor Timur Adi Novan dan Kapolsek Bogor Timur Kompol Marsudi Widodo.

Ikhtiar lain yang dilakukan Pemkot Bogor dalam membentuk akhlak anak-anak Kota Bogor adalah dengan memberikan perhatian bagi para guru ngaji yang merupakan sosok paling depan dalam membina akhlak.

Sebelum mengakhiri arahannya, Bima Arya meminta Bagian Kemasyarakatan Setda Kota Bogor untuk memperhatikan pondok-pondok pesantren dan majelis ta’lim serta yang lainnya untuk dibantu. “Sosialisasikan tata cara memperoleh bantuan,” jelasnya.

Di Kecamatan Bogor Timur guru ngaji penerima insentif guru berjumlah 269 guru ngaji yang penyerahannya dilakukan secara non tunai bekerja sama dengan BJB Cabang Bogor.(Humprobogor/sjs,ratu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *