SUARAJABARSATU.COM | Bogor – Peran strategis yang perlu dilakukan dalam menyikapi eksistensi sapi Pasundan yaitu perbaikan mutu genetik dan perbaikan manajemen pemeliharaan. Salah satu hambatan dalam perkembangan industri peternakan sapi potong di Indonesia adalah rendahnya teknologi pembibitan.
Peningkatan produksi dan kualitas ternak sapi akan berjalan lambat apabila proses reproduksi dilakukan secara alamiah. Strategi pelestarian dan pengembangan dapat dilakukan melalui seleksi perbaikan mutu genetik sapi. Sedangkan untuk meningkatkan produktivitas dapat dilaksanakan melalui seleksi pada komunitasin situ yang telah cocok dengan lingkungan,” ujar drh. E Nia Setiawati, MP., Widyaiswara BBPKH, Senin (11/02/2019).
”Ada 4 komponen teknologi yang diterapkan secara terpadu yaitu: (1) Penggunaan pejantan sapi Pasundan unggul lokal dengan sasaran perbaikan tingkat kebuntingan, perbaikan pertumbuhan dan perbaikan mutu genetis sapi, (2) Penerapan kalender perkawinan dengan sasaran agar anak lahir pada kondisi pakan baik dan cukup tersedia, (3) Penerapan saat penyapihan yang tepat dengan sasaran mempertahankan kesuburan dan kesehatan induk serta mengurangi kebutuhan pakan di musim kemarau dan (4) Perbaikan manajemen pakan dengan sasaran perbaikan ketersediaan pakan dan perbaikan kualitas pakan” ujar Nia.

Pejantan menjalankan fungsi pemacek selama 6 bulan, setelah 6 bulan dilakukan penggantian pejantan untuk periode 6 bulan berikutnya. Waktu penyediaan pejantan disesuaikan dengan kondisi setempat dengan memperhitungkan ketersediaan pakan. Intinya musim kawin disesuaikan dengan saat melahirkan pada musim pakan cukup tersedia misalnya pada musim kekurangan pakan (Juli-Nopember) diupayakan tidak boleh ada kelahiran anak. Untuk itu diperlukan pengaturan jadwal perkawinan seperti ilustrasi berikut:
Jadwal/ musim kawin
Jan
Peb
Mart
Aprl
Mei
Jun
Jul
Agst
Sept
Ok
Nop
Des
Musim beranak Musim kemarau/ kritis pakan
“Agar usaha perbibitan sapi Pasundan lebih menarik petani kecil dan pengusaha di bidang pembibitan maka diperlukan upaya peningkatan kinerja biologi ternak sapi melalui penerapan teknologi secara sinergis sehingga dapat menekan angka kematian, memperpendek jarak beranak dan mempercepat pertumbuhan. Dengan model sistim terpadu ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyediaan sapi bibit dan bakalan sapi Pasundan di wilayah Jawa Barat,” tutup Nia.









