Persiapkan kondisi fisik dan mental dalam menghadapi arus mudik

SUARA JABAR SATU.COM | – Tradisi mudik identik dengan macet. Efek samping menghadapi dan merintangi jalanan yang macet adalah timbul perasaan jenuh, tubuh lelah, pusing dan stres menghampiri akibat macet yang berkepanjangan.

Kondisi tersebut makin parah apabila jarak perjalanan yang ditempuh cukup jauh.

Hal utama yang harus Anda persiapkan dan jaga dalam menghadapi kondisi jalanan macet akibat arus mudik adalah kesehatan fisik sekaligus mental.

Berikut kami sarikan kiat-kiat menghadapi kemacetan selama mudik dari para pakar:

Disiplin nomor satu

Jusri Pulubuhu, Instruktur dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), menganjurkan agar Anda tetap disiplin dan tidak mudah panik kala macet.

Tiap orang, kata dia, punya tujuan sama, yaitu cepat sampai. Jika perilaku berkendara Anda buruk seperti menyerobot atau menyalip kanan-kiri, bisa memengaruhi keselamatan dan memperparah kemacetan.

Buka kaca VS menyalakan AC

Berdasarkan survei yang diadakan detikHealth bagi pemudik dengan mobil pribadi, 53 persen orang lebih memilih buka jendela kala terjebak macet dan 47 persen orang memilih tetap menyalakan AC. Mana yang lebih baik?

Menurut ahli, masing-masing pilihan punya risiko dan kelebihan tersendiri.

Kondisi macet bergerak,“Tutup jendela dan nyalakan AC dalam pengaturan mode recirculate. Jangan outdoor circulate,” saran dr Agus Dwi Susanto, Spesialis pernapasan dari Divisi Paru Kerja dan Lingkungan, Departemen Pulmonologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Namun, saran itu tak berlaku sepenuhnya jika macet diprediksi lebih lama atau dalam keadaan macet total. Sebab, kondisi macet berkepanjangan bisa memperburuk sirkulasi udara dan meningkatkan kadar karbondioksida (CO2) dalam mobil. Terlebih lagi jika penumpangnya banyak.

“Jadi, buka jendela tiap 1 jam selama 5 hingga 10 menit agar CO2 keluar dari kabin,” imbuhnya.

Lain halnya jika mobil Anda tidak ber-AC. Dr Agus menganjurkan, Anda sebaiknya tidak menutup jendela, segera mematikan mesin, dan keluar dari mobil.

“Kondisi itu punya dampak CO2 naik dalam kabin dan juga panas. Jadi bisa dehidrasi dan terkena dampak suhu panas,” jelas dr Agus.

Kendati begitu, dr Dante Saksono Harbuwono, pakar endokrinologi dari Universitas Indonesia, dan dr Ari Fahrial Syam, ahli pencernaan dari RS Cipto Mangunkusumo, sepakat bahwa Anda juga perlu memperhitungkan faktor cuaca dan kualitas udara di sekitar mobil. Jika terlampau panas di luar, sebaiknya tetap tinggal dalam mobil.

Lalu, untuk menjaga psikologis Anda tetap seimbang, maka faktor kenyamanan pun perlu dipertimbangkan. Sebab, perjalanan jauh sering membuat emosi orang jadi lebih labil.

“Kalau dengan AC lebih nyaman dan jadi tidak emosional, ya lebih baik nyalakan AC. Tapi kalau malah mikir ekonomis dan kualitas mesin, ya mending dimatikan dulu,” jelas psikolog UI, Bona Sardo.

Mengantisipasi emosi negatif

Bona berkata, sangat wajar jika macet menguras seluruh tenaga sehingga terasa lelah dan emosi negatif jadi sulit dikontrol. Jadi, sebagai antisipasi, ia menganjurkan melakukan ventilasi emosi dan pengalihan.

Ventilasi emosi ini semacam membagi kegusaran Anda pada penumpang lain di mobil. Syaratnya, orang itu memang mampu membantu memvalidasi emosi. Sementara pengalihan, berarti melakukan kegiatan menarik selama macet untuk mengantisipasi kebosanan, misal, main gim di gawai atau mendengar musik.

Terkait musik, ada baiknya Anda mempersiapkan banyak pilihan lagu. Pasalnya, musik telah terbukti mampu melepaskan zat kimia di otak seperti dopamin yang berfungsi memanipulasi suasana hati, meskipun para ahli juga menyebut preferensi musik bisa berbeda pada tiap orang.

Sebagai solusi, ahli terapi musik Adam Sankowski dari Harvard Medical School di Massachusetts General Hospital menyarankan agar Anda mencocokkan jenis musik dengan suasana hati yang ingin didapat.

Musik menenangkan yang berlatar lembut dan nyaman seperti lagu-lagu Adele, Coldplay dan Ed Sheeran bisa jadi pilihan yang lebih netral untuk memperbaiki dan meningkatkan suasana hati seluruh penumpang.

Pengemudi yang ingin tetap terjaga, pilihlah musik yang bisa memompa darah lebih kencang, seperti musik metal, rock, disko, dan sebagainya.

Sankowski juga mencatat sangat penting memilih lagu dengan lirik positif untuk membantu Anda keluar dari kondisi kesal atau marah ke perasaan yang lebih menyenangkan.

Namun, waspada juga terhadap lagu-lagu yang terlampau lembut karena membuat Anda justru mengantuk, seperti Weightless oleh Marconi Union yang telah ditemukan oleh para ahli saraf sebagai lagu tersantai yang pernah ada.

Peregangan dan persiapan

Menurut Jusri, macet sebaiknya dimanfaatkan untuk merenggangkan tubuh agar kembali segar. Selain itu, kata dia, persiapkan juga berbagai keperluan untuk menghadapi macet, misal, gunakan pakaian yang sejuk, serta bawa keperluan anak agar tak mudah bosan dan rewel seperti buku cerita juga gim.

Anda pun perlu memperhatikan kondisi kesehatan dengan memastikan tubuh yang prima, minum vitamin bila diperlukan, serta berbekal obat-obatan rutin dan kebutuhan lain yang sekiranya dibutuhkan.

Persiapkan pula bekal makanan untuk meredam hasrat jajan sembarangan yang berisiko penyakit seperti hepatitis A. Jika perlu membeli minum, tutur dr Andri, pilih minuman kemasan yang tidak bocor.//PUT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed