SUARAJABARSATU.COM | JOGYAKARTA – Daerah Istimewa Yogyakarta sedang membangun bandara internasional baru. Bandara yang sementara inibernama New Yogyakarta International Airport (NYIA) ini sudah ground breaking dan akan beroperasi tahun 2020. Kalau lokasi bandara lama adalah di sebelah Timur Kota Yogyakarta, maka bandara baru nanti justru berada di sebelah barat, yaitu di Kulonprogo.

Meski masih 3 tahun lagi beroperasi, tapi menengarai potensi wisatanya, Pemda Kulonprogo telah mengantisipasi dengan membuka Jalur Bedah Menoreh. Jalur ini selain memudahkan wisatawan menuju ke Candi Borobudur, yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur, juga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata, karena Jalur Bedan Menoreh ini melewati sedikitnya 12 tempat wisata yang ada di Kulonprogo.
Yuk kita tengok sejenak wisata apa saja yang menarik di kawasan ini dari Waduk Sermo, Goa Kiskendo, WisataKebun Teh Tritis dan Nglinggo, Puncak Suroloyo, danWisata Ziarah Sendangsono.
Waduk Sermo
Waduk Sermo terletak di Dusun Sermo, Desa Hargowilis, kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo.Wisata alam berupa waduk buatan ini berbentuk lingkaran sepanjang 21 km. Jalurnya ditempuh dengan mudah. Kita bisa naik perahu wisata, bersepeda, jogging, memancing atau sekedar bersantai di sini.
Wisata Alam Kalibiru
Hanya berjarak 3 km dari Waduk Sermo, terdapat Wisata Alam Kalibiru. Lokasinya berada di tengah hutan negara, dengan ketinggian puncak 450 meter di atas permukaan laut. Bila ditempuh dari Waduk Sermo, tanjakan ke arah Kalibiru lebih mudah ditempuh mobil besardibandingkan dengan jalur Clereng.
Dari puncak Kalibiru kita bisa berfoto di berbagai spot dengan background Waduk Sermo. Jelang musim libur lebaran 2018 kemarin terdapat penambahan spot selfie paralayang dan kano. Jadi kita bisa berayun dan foto-foto cantik di dua moda ini. Mau foto sendiri boleh, tapi kalau mau, kita bisa juga meminta photographer setempat untuk mengcapture dengan biaya Rp 5.000 per file yang dipilih. Homestay atau pondok menginap juga sudah siap digunakan oleh wisatawan.
Gua Kiskendo
Gua Kiskendo nerupakan salah satu destinasi dengan kisah legenda menarik. Gua yang terletak di Desa Jatimulyo, kecamatan Girimulyo Kulonprogo ini memiliki kedalaman 800 meter. Tak jauh dari mulut Gua Kiskendo, ada Gua Sumitro yang memiliki dua mulut vertikal dan horizontal dengan sungai bawah tanahnya. Keduanya terletak di satu kompleks taman yang dikemas sebagai bumi perkemahan, gardu pandang dan joglo.
Menyusuri Gua Kiskendo dan Gua Sumitro menjanjikan pengalaman yang mengesankan. Kondisi gua masih jarang dikunjungi dan didokumentasikan maka akan muncul keasyikan rahasia yang mistis. Apalagi di dalam gua, kita mendapati stalaktit dan stalakmit dan relief cerita wayang.
Goa Kiskendo dan Goa Sumitro memang cukup misterius. Cerita dibalik keterhubungan kedua gua ini dengan objek wisata lain di ujung utara Kulonrogo, seperti Puncak Suroloyo, Bendung Kayangan dan Watu Blencong seolah tak dapat diungkap. Cerita itu terbingkai dengan kisah pewayangan Legenda Sugriwo dan Subali, dan masing-masing destinasi wisata tersebut memiliki peran dan potongan cerita masing-masing.
Kebun Teh dan Puncak Sunrise
Potensi wisata menarik yang sudah semakin berkembang adalah kebun teh di Dusun Tritis dan Nglinggo, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh. Keduanya disetting menjadi kampung teh untuk tujuan wisata. Di sini kita bisa menikmati udara yang luar biasa segar di kebun teh milik penduduk. Selain bisa memetik teh, melihat pembuatan teh sangrai dan belajar menyeduhnya, kita sekaligus bisa menikmati Puncak Widosari yang dekat dengan Kebun Teh Tritis.
Sementara di Kebun Teh Nglinggo terdapat beberapa puncak juga yang asik dinikmati kesegaran udaranya, seperti Puncak Kukusan, Puncak Kendeng, dan GunungJaran. Semuanya adalah spot sunrise yang sudah ditata baik. Homestay pun sudah ada di kawasan Nglinggo ini.
Kampung Kakao
Selain kopi dan teh, kakao adalah andalan pertanian penduduk di Kawasan Bukit Menoreh, Kulonprogo. Produksi kakao berkisar 1.043,86 ton per tahun denganluas tanam 2.345,7 hektare. Pusat kakao yakni Kokap seluas 800,02 hektare, Kalibawang 754,45 hektare, dan Girimulyo seluas 471,95 hektare.
Rancangan Kampung Kakao lahir mengingat petani kakao saat ini hanya memproduksi biji kakao kering, hanya sebatas menyediakan pasokan ke pabrikan. Terkait Jalur Bedah Menoreh, maka Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo bergegas melakukan pendampingan kepada penduduk untuk menjadikan kakao sebagai olahan pangan yang siap dibawa wisatawan sebagai oleh-oleh.
Wisata Ziarah Sendangsono
Sendangsono adalah tempat wisata religi Bunda Maria bagi umat Katholik. Lokasinya di Desa Banjaroyo, kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo. takhanya untuk ziarah agama, tempat ini juga terbuka untuk umum dan layak menjadi tujuan wisata karena arsitektur dan tata ruangnya yang berseni.
Sendangsono nyaman untuk disinggahi lantaran terdapat mata air dengan pohon sono atau angsana besar yang menaungi mata air tersebut. Sayangnya saat ini kita sudah tak bisa melihat sendang atau mata airnya secara langsung, sebab mata air tersebut telah ditutup dengan kotak kaca. Airnya dialirkan melalui keran-keran kecil yang biasa digunakan sebagai tempat membasuh muka.Bagi umat Katolik, air dari mata air Sendangsono ini sering diambil untuk dibawa pulang setelah sebelumnya di doakan di depan gua Maria.
Sekedar info, Sendangsono pernah dijadikan setting film “3 Hari Untuk Selamanya” yang dibintangi Nicholas Saputra.
Tertarik untuk menyusuri destinasi wisata di Jalur Bedah Menoreh, Kulonprogo? Siapkan waktu 2-3 hari lah, biar puas dan memperoleh semua keindahan alam di kawasan ini.(Portraitnusantara)/put.-









