SUARA JABAR SATU.COM | CIBINONG – Tenaga ahli Kementrian Komunikasi da Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia Subagio, dengan tegas mengatakan, para pelaku humas pemerintah harus Speak Out atau aktif menyampaikan informasi kebijakan pemerintah. Tak hanya itu, ia pun mengatakan, humas pemerintah juga harus memiliki Physical Credibility atau penampilan yang baik dan enak dilihat. Hal ini dikatakannya saat memberikan materi kepada humas-humas OPD, BUMN, BUMD, Kecamatan, dan instansi vertikal lainnya di aula Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bogor, Cibinong, Senin (15/6).
“Humas pemerintah itu harus speak out menyampaikan sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Humas juga harus sudah melakukan perubahan mainset pelayanan informasi. Humas harus memiliki fisikal kredibility artinya enak dilihat. Karena pemerintahan yang populer tanpa informasi yang populer atau sarana yang mendung maka ada dua hal yang akan terjadi pertama adalah awal dari kehancuran dan yang kedua adalah awal dari sebuah tragedy”, terang Subagio.
Namun, lanjut Subagio, tantangan yang harus dihadapi pelaku humas sekarang diantaranya adalah adalah demokrasi dan era teknologi informasi, komitment keterbukaan informasi publik, perlunya pesan tunggal pemerintah, dan rendahnya literasi media. Kemudian persoalan lain seperti kelembagaan, koordinasi, program kegiatan, infrastruktur, dan sumber daya adalah hal-hal yang berpengaruh terhadap peran kehumasan pemerintah dalam mengkomunikasikan kebijakan strategis kurang maksimal.
“Disinilah tugas humas, pertama harus menjalin koordinasi dalam menghimpun informasi. Kedua sebagai image building institution, melakukan aktivitas kehumasan yang diarahkan untuk membangun kembali citra positif pemerintah. Kemudian sebagai manajemen function, menjadi bagian dari keseluruhan manajemen dan didukung oleh top manajemen. Koordinasi antar lembaga menjadi point penting, tidak hanya dalam diseminasi informasi strategis tapi juga dalam hal penyediaan dan pengolahan informasi. Humas harus memiliki pedoman sampaikan yang benar itu benar dan sampaikan yang salah itu dengan cara yang benar”, jelas Subagio.
Selanjutnya Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik Diskominfo Erwin Suriana memaparkan, humas adalah pelayan publik, kedepan seorang humas tidak bisa hanya diam saja kita harus dinamis menyebarluaskan informasi. Namun persoalannya ketika mengcounter isu-isu daerah kita masih belum memiliki kesamaan pandangan, oleh karenanya perlu adanya sinergitas. Hari ini kita berkumpul untuk menciptakan sinergitas kehumasan daerah dalam meningkatkan efektifitas pelayanan publik.
“Sekarang ini mari kita tingkatkan kompetensi kehumasan kita, kami ingin mencoba mengarahkan teman-teman untuk meningkatkan keterampilan kehumasan kalangan aparatur pemerintah daerah. Petugas humas perlu skil dan performa yang baik. Perlu penguatan kelembagaan, saya berharap kedepan performa petugas humas jauh lebih baik”, terang Erwin.
Erwin menambahkan, bangun komunikasi antara unsur staf dan pimpinan, apalagi dengan elemen masyarakat seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Media dan yang lainnya. Pemahaman mengenai undang-undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) perlu ditingkatkan kembali. Faktor internal di kegitan kehumasan perlu kita benahi karena faktor ini sangat mempengeruhi para pelaku humas dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Kemudaian ada beberapa persoalan lainnya yang akan dibedah pada forum bimbingan teknis ini.
Bimbingan teknis komuikasi yang diselenggarakan Diskominfo ini juga melibatkan tenaga ahli TVRI DKI Jakarta Yuli Purnama. Yuli memberikan materi media relations dan public speaking. Tak hanya mengajarkan teori, Yuli mengajak perwakilan peserta mempraktekan bagaimana melakukan public speaking atau menjadi seorang presenter. Peserta yang yang berjumlah 90 orang terlihat antusias mengikuti materi-materi yang diberikan nara sumber.(DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR) //PUT









