SUARA JABAR SATU.COM | PEMKAB BOGOR – Kabupaten Bogor menjadi tuan rumah peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-46 tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di pelataran Stadion Pakansari, tanggal 27-29 Juni 2018.
HKP merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap usaha yang telah dilakukan oleh para petani dan nelayan. Dalam peringatan kali ini dihadirkan stan yang berisi hasil pertanian masing-masing kabupaten dan Kota yang ada di Jabar.
Acara dibuka oleh Bupati Bogor yang menyatalan bahwa “Alhamdulillah kabupaten Bogor dapat kehormatan tuan rumah penyelenggaraan peringatan hari Krida Pertanian yang ke-46 tingkat provinsi Jawa Barat. Bagi pemerintah kabupaten Bogor kepercayaan ini merupakan kehormatan,” ujar Bupati Bogor, Nurhayanti disela-sela acara.
Ibu Bupati menyatakan HKP merupakan momentum untuk mendorong intensifikasi pertanian dan menguatkan daya tawar pertanian dalam peta perekonomian nasional yang kian hari terasa semakin kompetitif.
HKP adalah upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seluruh kegiatan usaha pertanian perikanan, perkebunan, peternakan dan kehutanan di Jawa Barat sekaligus mengevaluasi pertumbuhannya dalam konteks pembangunan daerah.
Dia menambahkan dalam HKP ke-46 ini, sektor pertanian yang sudah berhasil akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan oleh pemerintah secara bersama-sama. Sementara sektor yang perlu dikembangkan akan diidentifikasi permasalahannya dan dicarikan solusinya.
“Saya selaku Bupati Bogor mengucapkan terima kasih kepada petani dan semua pihak yang telah meningkatkan pertanian. Melalui hari Krida ke-46 kita tingkatkan kualitas pangan untuk kemajuan kesejahteraan petani dan nelayan Jawa Barat,” kata Bupati Nurhayanti.
Pada kesempatan HKP kali ini juga turut datang Bapak Ahmad Heriawan Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode itu juga mengatakan jika ingin membuat stabilitas ekonomi secara kokoh maka berpihaklah pada kesejahteraan kelompok masyarakat paling besar yakni petani dan nelayan karena sampai saat ini jumlah petani dan nelayan di negeri ini menurutnya masih disekitaran 50%.
“Setelah orangtua dan guru yang harus dihormati adalah para petani karena petani adalah pejuang pangan yang sangat luar biasa. Para petani bahkan yang paling berperan untuk kedaulatan pangan,” kata Aher.
Kadistanhorbun menekankan secara keseluruhan HKP merupakan titik balik kemajuan dan peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha Pertanian. //PUT









