Gencatan Kampanye Pilpres Demi Gempa Palu

SUARA JABAR SATU.COM | — Jumlah korban gempa-tsunami Donggala dan Palu tak tanggung-tanggung. BNPB menyebutkan, hingga Selasa 2 Oktober 2018, bencana itu sudah memakan korban 1.234 korban jiwa. Belum lagi korban yang masih dinyatakan hilang di tengah wilayah yang masih porak-poranda. Tak lama muncul imbauan perlunya menyetop sementara hiruk-pikuk tahun politik menuju Pemilu. Atas nama empati kemanusiaan.

Kondisi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah empat hari setelah bencana masih darurat. Sejak gempa bumi mengguncang wilayah itu dan tsunami menghempas, Sulawesi Tengah lumpuh dan infrastruktur hancur. Hingga hari ke-3 lebih dari seribu orang dipastikan menemui ajal akibat bencana besar ini.

Bencana itu tak hanya memukul masyarakat setempat namun juga seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah dengan sigap turun tangan untuk membereskan berbagai kekacauan yang kini disisakan fenomena alam yang tak kuasa untuk ditolak. Tak hanya ungkapan duka dan belasungkawa, berbagai bantuan materi berupa keperluan makanan dan obat-obatan juga disalurkan demi korban terdampak bisa menyambung hidupnya.

Bahkan respons pemimpin dari berbagai belahan dunia juga mengalir. Sebagian sudah dan sebagian siap menyalurkan bantuan mereka dengan jumlah yang beragam. Pemberitaan mengenai gempa dan tsunami yang kembali terjadi di Indonesia ini menjadi sorotan internasional. Media-media asing terus menyoroti dan menjadikan perkembangan dan cerita di balik bencana ini menjadi isu utama di laman-laman depannya.

Di tengah respons dan tindakan yang bermunculan, dua hari setelah bencana dan terungkap kehancuran yang amat-sangat, tokoh politik mulai mengoreksi diri akan pentingnya suara kebersamaan dalam menangani bencana bagi bangsa itu. Diketahui setelah kampanye dimulai sejak September lalu, hiruk-pikuk kampanye mulai terasa. Bahkan pasangan calon yang mulai melakukan safari dari satu ke lain daerah.

Tak cukup sekadar menggalang bantuan, para tokoh politik dan pihak-pihak yang saling bersaing di tahun Pemilu 2019 disarankan agar bersikap arif. Bentuknya dengan menghentikan sementara tensi kampanye paling tidak di wilayah Sulawesi Tengah yang kini lebih membutuhkan solidaritas dibandingkan retorika dan janji-janji politik para kandidat.

Sebagaimana ditetapkan KPU, pada Pemilu nanti secara resmi akan bertarung calon Presiden dan calon Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dan calon Presiden-calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Bertolak dari pengalaman Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY yang akan menghadapi Pemilu 2009, SBY mengingatkan bahwa dia dan Jusuf Kalla yang menjadi calon Presiden saat itu sempat sepakat menghentikan kampanye sementara lantaran tanggul Situ Gintung di Cirendeu, Tangerang saat itu jebol akhir Maret 2009 dan banyak makan korban.

SBY melalui video unggahan di YouTube dan akun Twitter menyarankan agar hal yang sama juga dilakukan pascabencana gempa dan tsunami di Palu.

“Paling tidak untuk Sulawesi Tengah, Palu, Donggala, dan sekitarnya itu kegiatan kampanye pemilu dihentikan. Saya kira saatnya kita menunjukan solidaritas, untuk saudara-saudara kita yang mengalami musibah,” kata SBY dalam video dalam akun Twitter @SBYudhoyono yang dikutip VIVA, Minggu malam, 30 September 2018.

SBY mengingatkan, yang menjadi fokus saat ini dan bukan semata tugas pemerintah adalah melancarkan penanganan tanggap darurat, rehabilitasi hingga rekonstruksi.

Korban gempa Palu-Donggala saat tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara

Didukung Banyak Pihak

Seruan Ketua Umum Partai Demokrat SBY kemudian diamini banyak pihak Untungnya kedua belah pihak yang akan bertanding di Pemilu memandang sama pentingnya kerja kemanusiaan atas Donggala-Palu yang mengalami pukulan berat.

Tak lama, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga menyampaikan bahwa calon Wakil Presiden Sandiaga membatalkan kampanye yang awalnya sudah dijadwalkan ke wilayah Sulawesi. Diketahui seharusnya pada pekan ini Sandiaga akan bertolak ke Gorontalo.
“Kami putuskan dua hal utama. Pertama, kami memutuskan untuk mensuspensi kegiatan kampanye saya di Sulawesi untuk minggu-minggu ini, untuk menghormati rekan-rekan yang sekarang sedang berduka,” kata Sandi di Gedung Dompet Dhuafa, Jalan Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Senin, 1 Oktober 2018 sebagaimana diberitakan VIVA.

Namun dia mengatakan, sekalipun menunda kampanye namun Sandi berencana melawat para korban di Donggala-Palu untuk memberikan bantuan.

“Rencana bahwa kita harus datang ke sana untuk menunjukkan kepedulian. Ini saatnya bergotong-royong dan bersatu untuk kemanusiaan,” ujar Sandi lagi.

Sementara Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengorganisir relawan dan bantuan sosial yang akan segera dikirimkan ke Palu, Donggala termasuk Lombok yang lebih awal diguncang gempa.

Prabowo-Sandi kata dia sedang mengerjakan hal itu dalam beberapa hari ini.

“Kami mendukung dan mengajak seluruh komponen untuk bergotong-royong membantu saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah. Kepedulian atas nama kemanusiaan dari dunia internasional pun perlu dibuka untuk mempercepat bantuan dan recovery Palu, Donggala serta Lombok,” kata Dahnil.

Pemakaman Korban Gempa dan Palu

Lalu, tim sukses Jokowi-Ma’ruf tak ayal menyampaikan hal serupa. Melalui Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi disampaikan bahwa memang ada baiknya tidak berkampanye untuk sementara waktu di daerah yang terdampak gempa dan tsunami di Palu.

“Mari kita bersama-sama untuk fokus menyelesaikan bencana ini, karena ini kan kampanye itu kan tidak terlalu formal. Sebenarnya, empati kita itu kampanye juga kalau mau jujur,” kata Dedi.

Dia melanjutkan, Partai Golkar salah satunya contoh yang sudah turun ke lokasi membawa bantuan kebutuhan logistik bagi para korban. Oleh karena itu partai lain kata dia juga sebaiknya melakukan hal yang sama tanpa harus membawa embel-embel politik.

Pada Minggu pagi, 30 September 2018, Presiden Jokowi, calon petahana yang akan maju untuk periode keduanya bertolak meninjau kondisi Palu. Dia terbang langsung dari Solo.

Dengan menggunakan pesawat TNI AU, Jokowi tiba di Mutiara Sis Al Jufri Palu dan langsung meninjau sejumlah titik lokasi kehancuran akibat gempa dan tsunami. Titik pertama yang didatangi RI 1 adalah Perumnas Balaroa.

Jokowi menyaksikan langsung kondisi bencana yang menyayat hati tersebut. Presiden membawa bantuan kepada para korban dampak. Sementara tugas SAR terus dilakukan untuk menjangkau mereka yang masih raib.

Presiden Jokowi memastikan bantuan akan diserahkan kepada warga yang membutuhkan di lokasi bencana tersebut.

Jangan Ada Atribut
KPU sebagai penyelenggara Pemilu turut menanggapi imbauan setop sementara kampanye di Palu. Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, aturan kampanye tetap normal dan kampanye tetap berjalan walaupun ada saran untuk menghentikan sementara di wilayah tertentu. Namun penundaan aktivitas kampanye di wilayah bencana memang menjadi hak masing-masing calon dan tim suksesnya.

Oleh karena itu sebelum memberikan bantuan ke daerah bencana khususnya Palu dan Donggala, KPU meminta partai politik dan tim pemenangan memperhatikan larangan KPU atas sejumlah hal.

KPU melarang mobilisasi bantuan yang sebenarnya dimaksudkan kampanye terselubung ke Palu dan Donggala baik tanda maupun pesan untuk memilih. Pendekatan kemanusiaan ditekankan KPU adalah yang paling dibutuhkan pada saat ini.

“Jadi mohon semua peserta Pemilu untuk tidak menjadikan bencana alam di Sulteng dan di tempat lain sebagai ajang komoditas politik,” kata Wahyu.

Personel TNI mengangkut bantuan gempa dan tsunami Palu ke KRI Dr.Soeharso melalui Pelabuhan Benoa, Bali

KPU melarang calon Presiden dan Wakil Presiden beserta timnya menggunakan logo maupun nomor urut saat mengirimkan dan memberikan bantuan ke Palu. Hanya, KPU memahami apabila logo sudah terlanjur menempel misalnya di mobil dan ambulans partai yang sangat diperlukan untuk mengangkut logistik dan perawatan medis di wilayah itu. Dengan alasan mendesak dan penting maka mobil dan ambulans berlambang partai masih ditolerir penggunaannya.

“Jangan dijadikan komoditas politik. Jadi dipersilakan memberikan bantuan kemanusiaan tapi tanpa embel- embel oleh kepentingan politik tertentu,” kata Wahyu Setiawan di kantornya Jalan Imam Bonjol, Jakarta.//viva/sjs,ratu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *