SUARAJABARSATU.COM | Berdasarkan data dari portal properti Lamudi, Bandung menjadi salah kota favorit yang diincar oleh pencari rumah. Data tersebut diambil dari pengunjung Lamudi sepanjang tahun 2017, dari data tersebut menyebutkan ada 5 kota yang paling banyak dicari yaitu Jakarta Selatan, Bandung, Bekasi, Surabaya dan Bali.
Berdasarkan catatan Lamudi, setiap bulannya ada sekitar 22.267 orang berencana untuk membeli rumah di Bandung, sebagai gambaran rata-rata harga rumah dijual di Bandung kini mencapai Rp 7.623.895 per meter persegi.
Berbicara mengenai pencarian rumah dijual di Bandung, masih berdasarkan data dari Lamudi, area yang paling murah menjual rumah di Kota Kembang tersebut ternyata berada di wilayah Arjasari, rata-rata rumah di sana dijual seharga Rp 3.694.444 per meter persegi.
Di peringkat kedua ada Katapang, area yang berada di wilayah Bandung Barat tersebut rata-rata menjual rumah seharga Rp 4.100.000 per meter persegi. Dan terakhir ada di kawasan Kacapiring dengan rata-rata harga mencapai Rp 4.1250.000 per meter persegi.
Menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi mengatakan, banyaknya peminat untuk membeli rumah dijual di Bandung karena pertumbuhan ekonomi di kota ini tiap tahunnya terus meningkat sehingga mengundang berbagai pebisnis dari berbagai kota. Contohnya berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Bandung pertumbuhan ekonomi pada tahun 2015 di Bandung mencapai 7,64% dan tahun 2016 meningkat menjadi 7,79%.
Selain karena potensi bisnis, pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang marak dilakukan di Bandung menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya permintaan hunian di Bandung. Contohnya seperti adanya pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung serta pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek, karena kedua proyek ini lah yang dapat mempercepat perjalanan dari Jakarta menuju Bandung.
Mart memprediksikan, nantinya kawasan Bandung Selatan akan menjadi area favorit pencarian rumah di Bandung, hal ini disebabkan karena di sana saat ini telah beroperasi Tol Soroja yang menghubungkan antara Soreang dengan Pasir Koja. Melalui tol ini dapat memungkinkan perjalanan dari Kota Bandung menuju Soreang atau sebaliknya dapat ditempuh hanya 15 menit yang tadinya bisa mencapai 1,5 jam.
Tidak hanya itu, kondisi wisata alam yang sangat asri di Bandung Selatan juga bisa dijadikan prospek yang menjanjikan untuk bisnis properti apalagi untuk masyarakat di kota besar seperti Jakarta. Hal ini juga didukung oleh industri tekstil yang kian berkembang di sana.
“Kepadatan penduduk di Kota Bandung, nantinya akan membuat pencari properti akan membeli hunian di kawasan Kabupaten Bandung, salah satunya adalah Bandung Selatan,” kata Mart.
Investasi apartemen mulai dilirik
Selain rumah tapak, ternyata saat ini tren pencarian apartemen juga mulai tumbuh di Bandung, buktinya saat ini di sana telah marak di bangun beragam apartemen yang menawarkan kelebihan, salah satunya seperti PT Belaputera Intiland yang membangun sebuah apartemen di kawasan Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat.
Menurut Marketing Manager PT Belaputera Intiland, Raymond Hadipranoto, potensi pasar untuk di segmen apartemen masih terbuka lebar. Baik bagi mereka dengan motivasi untuk ditinggali atau investasi.
Raymond mengatakan, pihaknya sengaja membangun apartemen ini karena melihat potensi yang besar untuk apartemen, hal ini disebabkan karena lahan di Bandung semakin lama semakin berkurang, harga rumah pun kian lama kian merangkak naik, jadi pilihannya nanti masyarakat akan mencari hunian vertikal sebagai tempat tinggal.
“Apartemen ini sengaja dikembangkan untuk menyasar kelas menengah, harga unit apartemen yang kita tawarkan ini cukup murah, yakni Rp 350 juta,” kata Raymond.
Hunian vertikal ini nantinya akan dibangun berdekatan dengan Universitas Kristen Maranatha dan dibangun di atas lahan 3 hektar dengan tinggi gedung mencapai 26 lantai dengan kapasitas unit mencapai 400 unit.









