SUARA JABAR SATU.COM | BOGOR – Pagi ini, Selasa 11 September 2018, menjadi hari terakhir bagi Endang (27) untuk melihat wajah istri dan anaknya. Akibat kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Lebak Wangi tepatnya di depan Pondok Pesantren Darrun Najjah, Cigudeg, Kabupaten Bogor kemarin, dia harus kehilangan kedua orang yang sangat dia sayangi itu.
Jasad Maryami (24 tahun) dan anak semata Rizwan Ramadan (5), pagi ini dikebumikan ke liang lahat di Desa Ciomas Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor. Para korban merupakan siswa Taman Kanak-kanak yang baru saja pulang sekolah.
“Pulang dari sekolah TK dijemput sama ibunya itu mereka nunggu (penumpang lain) di dalam angkot,” kata Endang.
Dalam peristiwa kecelakaan ini, Maryami dan Rizwan Ramadan ditemukan tewas tertimpa badan truk, saat dievakuasi jasadnya berpelukan dalam kondisi mengenaskan.
“Kami sekeluarga bersedih kami minta agar aparat bisa menindak tegas pelaku penabrakan,” katanya Endang.
Sementara, Nurlelah yang selamat mengalami luka berat masih mendapat perawatan intensif di RSUD Leuwing. Ibu 32 tahun ini sangat terpukul karena baru mengetahui anaknya, Nur Fida Aurelia yang berusia 2,5 tahun meninggal dalam insiden tersebut. Dalam kondisinya yang masih tergolek lemas Nurlelah hanya bisa menangis.
Sebaliknya, tak jauh dari kamar Nurlelah, si kecil Faidah Anayla (5) berhasil lolos dari maut. Tapi tubuhnya tertimpa jendela mobil angkot. Namun sayang, peristiwa itu membuatnya harus menjadi anak piatu karena nyawa ibunya, Eneng Siti Awaliyah (39), tak berhasil diselamatkan.
Tak kurang dari 12 jam, PT Jasa Raharja (Persero) telah menyampaikan hak santunan kepada keluarga korban kecelakaan truk terguling menimpa angkot. Santunan langsung diserahkan Kepala Kantor Pelayanan Jasa Raharja Cibinong, Andi Raharja.
“Ahliwaris korban meninggal dunia berhak menerima santunan masing-masing Rp50 juta dan bagi korban luka yang dirawat di rumah sakit juga telah diberikan jaminan biaya perawatan maksimal Rp20 juta,” kata Andi. //viva/sjs,ratu





