SUARA JABAR SATU.COM | BANDUNG, DISDIK JABAR – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dewi Sartika targetkan akhir Februari 2019 menuntaskan pemetaan sistem zonasi Pendaftaran Peserta Didik Baru 2019. Sistem zonasi diterapkan dengan berdasarkan tidak hanya sekedar mutu dari sebuah sekolah tetapi juga turut mempertimbangkan jumlah sekolah yang ada di wilayah zonasi tersebut.
Hal tersebut diungkapankan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Dewi Sartika usai menghadiri acara Penyerahan Ijazah Universitas Terbuka, di Balai Sartika, Kamis (7/2/2019). “Sebelumnya, Disdik Jabar juga telah menggelar rapat bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan se Jawa Barat, perwakilan para Kepala Sekolah Menengah Kejuruan untuk pemetaan,” ujar Kadisdik.
Lebih lanjut, Kadisdik mengatakan bahwa rapat tersebut juga akan membahas mengenai daerah perbatasan antara Banjar dengan Jawa Tengah. Termasuk beberapa wilayah yang sulit untuk mencapai sistem zonasi, seperti di salah satu wilayah Kabupaten Bandung terdapat sekolah yang tidak masuk ke dalam kriteria sistem zonasi. Setelah semua mendapatkan keputusan, Dinas Pendidikan akan membuat Petunjuk Teknis (Juknis) dan uji publik dari sistem zonasi.
“Tentu saja peta tersebut akan mengacu pada kabupaten yang akan dilaporkan terlebih dahulu ke provinsi, setelah itu baru ke pusat, karena hanya admin pusat yang bisa mengubah peta tersebut sehingga bisa diperbaharui kembali,” katanya
Kadisdik Jabar turut menyampaikan harapannya, dari setiap zonasi terdapat banyak sekolah. Sehingga jika ada salah satu sekolah yang penuh koutanya maka bisa dilimpahkan ke sekolah berikutnya ataupun swasta. Kemudian, Kadisdik juga menyinggung persoalan mengenai siswa yang orangtuanya guru dan mengajar di lokasi luar zonasi rumahnya. “Masalah ini masih menjadi pembahasan kami. Berdasarkan sistem zonasi, tetap saja anaknya harus sekolah di wilayah zonasi rumahnya tetapi hal ini masih dipertimbangkan,” ujar Kadisdik.hdr.-





