Bima Arya Tanggapi WA Group hingga Pusat Budaya Permintaan Ridwan Kamil

SUARA JABAR SATU.COM | BOGOR – Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023 Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum disambut meriah saat tiba di acara serah terima jabatan di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (6/9/2018). Kedatangan kedua pejabat terpilih bersama istrinya masing-masing itu diiringi prosesi kesenian penyambutan tamu khas Jawa Barat, Lengser.

Ridwan Kamil menyampaikan sambutan perdananya di hadapan ribuan tamu undangan di halaman Kantor Gubernur Jawa Barat atau yang dikenal dengan Gedung Sate selama kurang lebih 36 menit. Isi pidato Ridwan Kamil lebih kepada arah kebijakan yang akan dilakukan lima tahun ke depan bersama pasangannya Uu Ruzhanul Ulum.

Salah satu terobosan sederhana yang akan Ridwan Kamil lakukan adalah mengefisienkan pola komunikasi antara pimpinan daerah bupati dan walikota se-Jawa Barat dengan membuat WhatsApp Group (WA Group).

“Bupati dan walikota ini adalah mitra kerja yang saya lahir batin akan bantu daerahnya mau apa tinggal WA kira-kira begitu. Maka siap-siap besok pagi kita bikin WA Group para bupati walikota. Nggak Usah banyak rapat kalau bisa beres via WA. Rakyat bapak ibu adalah rakyat saya juga. Pada saat bapak ibu kesulitan mengantarkan dimensi pembangunan, tinggal telepon. Kita berunding bagaimana caranya gubernur hadir memberikan pertolongan,” jelas Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Emil juga bercerita mengenai pengalamannya sekitar dua minggu yang lalu menginap di kawasan suku Baduy Dalam, Banten. Ia terkesan dengan nilai-nilai budaya yang masih dipertahankan. Untuk itu, ia meminta kepala daerah se-Jawa barat untuk bisa membangun pusat-pusat kebudayaan di wilayahnya masing-masing sebagai identitas.

“Saat menginap di Baduy Dalam di rumah bambu, tidak ada listrik dan koneksi, mandi di sungai dan lain sebagainya. Tapi nikmat sekali nilai-nilai budaya bisa dipertahankan. Oleh karena itu kami bertekad, harus ada pusat-pusat budaya di setiap daerah. Kalau di Bandung ada Saung Angklung Udjo, bagi kepala daerah yang tidak punya pusat budaya, kami gubernur sudah menyiapkan anggaran di Bogor, di Banjar, di mana-mana, kalau turis datang atau anak ingin belajar tentang budaya itu tempatnya ada dan mewakili siapa kita,” bebernya.

Ridwan Kamil juga menyatakan akan melanjutkan beberapa program baik yang telah dilaksanakan gubernur dan wakil gubernur sebelumnya Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, termasuk yang telah dilakukan oleh Penjabat Gubernur Mochamad Iriawan. Selain itu, dia juga akan memperbaiki aspek yang sebelumnya belum optimal.

Menanggapi pidato Ridwan Kamil, Bima Arya yang hadir dalam sertijab di Bandung itu mengatakan bahwa pihaknya dengan kepala daerah lain menyambut optimistis setiap gagasan yang dilontarkan oleh Gubernur Ridwan Kamil.
“Optimis ke depan komunikasi antara kepala daerah beserta Gubernur akan lebih baik lagi. Apalagi langsung Kang Emil sampaikan mau buat grup WA Walikota dan Bupati. Ini babak baru di mana komunikasinya pun caranya baru. Itu yang paling menarik apa yang disampaikan Kang Emil tadi,” ungkap Bima.

Ia menambahkan, langkah yang dilakukan Emil dalam memperbaiki pola komunikasi antara kepala daerah dengan Gubernurnya sangat inovatif. “Itu yang selama ini tidak ada. Suatu hal yang baru. Karena 5 tahun kemarin tidak ada komunikasi dengan Gubernur yang bisa cepat. Mudah-mudahan ini bisa memangkas birokrasi, bisa bergerak dengan taktis menyikapi berbagai isu. Mudah-mudahan Pak Gubernur juga punya cukup waktu untuk mengecek WA Grup ini,” beber Bima.

Mengenai Pusat Budaya di setiap daerah, kata Bima, jauh sebelum Ridwan Kamil dilantik, keduanya sudah membahas hal tersebut. “Kang Emil sudah ke Bogor dan sudah melihat lokasi Gedung Bakorwil yang Insya Allah akan menjadi pusat kebudayaan, ekonomi kreatif, ada gedung serbaguna, mudah-mudahan bisa dibuat museum Kota Bogor juga. Konkret lah ini. Mudah-mudahan bisa direalisasikan tahun depan,” pungkasnya. (Humpro )//sjs,ratu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *