SUARA JABAR SATU.COM | BANDUNG – Resensi Buku, Tiga Sikap Bodo Amat Demi Gapai Tujuan Hidup, Judul : Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat, penerbit : Grasindo, Cetakan : Terjemahan, 2018. Tebal: 256 hlm. Penulis : Mark Manson, Harga : Rp 80.000,-.
“Saat kebanyakan orang membayangkan mental masa bodoh ini, mereka membayangkan sejenis kekaleman yang tidak terpengaruh apapun, ketenangan yang mampu melewati semua badai.”– Mark Manson
Kata ‘Bodo Amat’ dalam buku ini menurut Mark adalah tentang beberapa hal dalam hidup yang sebenarnya tidak perlu terlalu kita pikirkan atau ambil pusing. Kita bisa saja bersifat acuh tak acuh atau ceuk terhadap hal yang kurang penting malalui tiga kunci seni.
Pertama adalah merasa bodo amat terhadap segala halangan dalam mencapai tujuan yang kita inginkan. Nnikmati proses yang dihadapi dalam mencapai tujuan, walaupun ada halangan dan rintangan, tapi sikap bodo amat membuat kita lebih fokus dengan tujuan, bukan dengan halangan tersebut.
Seni kedua adalah memprioritaskan hal penting dan merasa bodo amat untuk hal-hal sepele.Jangan sampai kita memberikan kepedulian dan berpikir berlebih untuk hal sepele, padahal ada hal penting yang harus dipikirkan terlebih dahulu.
Seni ketiga lebih mempertegas seni sebelumnya, yaitu kita memiliki mana yang harus didahulukan. Tekadang, menurut Mark sesuatu yang penting terlihat begitu sederhana. Akan tetapi kesederhanaan tersebut akan membuat kita bahagia.
Tampil beda dengan judul menarik, membuat pembaca penasaran apa isi dari buku ini. Buku berjudul “Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat” ini merupakan terjemahan dari buku versi aslinya berjudul “The Subtle Art of Not Giving a F*ck” menjadi buku terlaris New York Times dan Globe and Mail./ hdr.-





